Menulis Seronok
16 May 2008Oleh Ersis Warmansyah Abbas
AGITASI, boleh pula dikatakan provokasi, melalui media cetak, arena seminar, pelatihan, dan terutama (belakangan) melalui www.webersis.com nampaknya sudah saatnya bergeser bingkai. Kalau sebelumnya lebih kepada motivasi, yang penting menulis dulu, kini beralih setapak demi setapak, bagaimana menulis yang nyaman; nyaman dibaca oleh pembaca tentunya, he he.
Hal ini berkaitan dengan langkah kedua Ersis Writing Theory, yang diapungkan sebagai bukan teori, padahal kalau dikenakan pisau analisis, bisa jadi teori juga ai. Kalaupun ‘terpeleset’ menjadi teori, dasar pikirnya jelas, memudahlan menulis, bukan membelenggu. Harus begini, begana, begene, begitu, sampai menunggi mood atau kondisi tertentu dianggap kuno. Itu belenggu. Teruskan membaca »
PEMANTIK menulis, sebagaimana rizki, terkadang datang tanpa diduga. Kalau Allah SWT mendatangkan rizki, tanpa mengharapkan akan didapat. Wajar, Rasulullah tidak mengajarkan, tidak ada hadis, menolak rizki. Rizki datang dari Allah.









